Selasa, 13 April 2021

Mengenal Sang Penerbit Indie

 


“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97).

Penggalan ayat diatas mengiringi rangakain kata yang akan saya tuliskan dalam resume ke 5 ini. Resume yang dibuat dengan segala upaya agar diri tetap konsisten dalam menebarkan ilmu lewat tulisan. Meski ditemani dahaga dan terik serta kesibukan yang berjibun, namun mengerjakan amal saleh adalah kewajiban bagi setiap mahluk Allah. Menulis adalah mengikat ilmu dari keterbatasan daya ingat manusia karena ilmu yang ditulis akan tetap tersimpan dan menyebar pada setiap generasi. Itulah sebab nya menulis adalah suatu bentuk dari mengerjakan amal saleh.

Dalam pertemuan kelima ini bunda Kanjeng datang menyapa sebagai pengantar pertemuan. Bunda kanjeng pun langsung memepersilahkan sang moderator dan narasumber untuk memasuki kuliah.  Alhamdulilah  di pertemukan kelima ini bisa  kembali bertegur sapa dengan sang moderator Mr. Bams yang selalu hadir dengan gayanya yang santun. Dengan membuka sapaan hangat Mr. Bams pun mengucapkan salam pembuka ditambah dengan salam literasi. Pelatihan kali ini mengusung tema “Pengenalan Penerbit Indie” yang akan dibawakan oleh Mukminin, S.Pd., M.Pd  beliau adalah  guru (PNS ) di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-2020 (31 th) sampai sekarang.  Lahir di Jombang, 6 Juli 1965. Lulus D2  IKIP NEGERI Surabaya th.1987. Lulus S 1 IKIP PGRI Tuban 1998. Lulus S 2 UNISDA LAMONGAN 2012. Jurusan Bahasa dan Sarta Indonesia. Beliau  merupakan seorang Penerbit Indie yang memiliki percetakan di labeli Kamila PRESS Lamongan.

Setelah di persilahkan oleh Mr. Bams Cak Inin pun memasuki kuliah. Lalu beliau pun memasuki kelas dengan berujar  "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhSelamat siang bapak ibu guru hebat, mari kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena kita masih diberi umur panjang, sehingga kita dapat  menunaikan ibadah puasa bagi yg beragama Islam,  smg ibadah puasa  kita diterima Allah dan diberi kekuatan lahir batin Sampai 1  bulan penuh.  Dan kita dijakan hamba yg  "Laallakilum tataquun". Dan marilah kita mendoakan saudar-saudara kita yg kena musibah smg tetap dlm lindunganNya  dan diberi ketabahan smg musibah cepat berlalu dan kehidupan normal kembali". Kemudian beliau mengawali kuliah dengan mengenalkan 5 Langkah untuk menulis dan.memerbitkan buku diantaranya:

Pertama, tahap pra writing yaitu penulis akan mulai mencoba mencari ide yang sesuai dengan tema yang ditulis. Tema sesuai pasion yang disukai. Boleh fiksi maupun non-fiksi. Ide bisa dari pemgalaman, dari hasil membaca buku, majalah, koran ada kejadian yang sedang berlangsung.

Kedua, drafting atau out line, pada tahap ini seorang penulis  mulai membuat out line atau daftar isi buku yang akan ditulis atau dikembangkan menjadi  naskah buku.

Ketiga, Writing saat proses ini, penulis mulai menulis dan mengembangkan kerangka atau daftar isi untuk dijadikan naskah yang lengkap dengan diperlukan kreativitas penulis dalam  membuat karya-karyanya. Kreatifitas itu berupa kemampuan merangkai kata, kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, agar tercipta tulisan yang menarik dibaca.

Keempat, Revisi dan  Editing

ร˜  Revisi

Setelah menuliskan banyak hal yang ingin ditulis pada naskah, pada tahap selanjutnya adalah mulai mengoreksi atau merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan atau tidak. Pada tahap ini, Anda akan mencari tahu dimana letak kekurangan tulisan. Apakah sudah sesuai dengan alur, atau masih melebar kemana-mana. Dan dilanjutkan  tahap revising.  Seorang penulis dapat mengubah beberapa bagian dari tulisannya. Ia juga bisa menambah isi tulisannya. Ia dapat menambahkan data baru, ia dapat menghilangkan opini tertentu, dan lain sebagainya. Intinya, melalui tahap revisi inilah penulis akan memoles karyanya, ia akan menjadikan tulisan tersebut semakin menarik lagi.

ร˜  Editing.

Pada tahap ini penulis akan menjalankan proses pengeditan terhadap karyanya. Berbeda pada tahap revisi yang masih bisa menambah mengurangi isi tulisan, pada tahap ini penulis hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pola kalimat, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nanti tulisan Anda akan kembali diedit oleh editor di penerbit, seorang penulis tetap harus berusaha menyunting tulisannya sendiri atau dengan istilah lain Swasunting.

Kelima, publikasi jika kita sudah  yakin dengan tulisan naskah buku kita, maka saat memasuki tahap akhir yakni publikasi. Pada tahapan ini kita bisa meneruskan naskah kita ke penerbit.

Beliau pun lanjut menuturkan bahwa seorang penulis jangan memiliki kekhawatiran dalam menerbitkan buku. Banyak  penerbit indie yang bisa membantu menerbitkan naskah kita. Betapa banyak kebanggan saya terhadap Cak Inin, selain sebagai seorang penerbit beliau pun adalah seorang penulis buku. Beberapa diantaranya adalah buku antologi, dan dua jenis buku dalah buku solo. Berikut adalah daftar buku karya beliau.



Dengan paparan yang tegas dan lugas beliau pun melanjutan kuliah nya dengan memperkenal kan 2 macam penerbit. Seperti penerbit Indie dn Penerbit Mayor. Berikut adalah perbedaan antara penerbit Indie dan Mayor.

No.

Penerbit Mayor

Penerbit Indie

1

Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.

kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, statu

6.

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

 

Selanjutnya dengan jiwa marketing yang handal beliau pun memaparkan bahwa beliau dengan sigap dan siap melayani para peserta yang hendak menerbitkan buku di percetakan nya Kamila PRESS Lamongan. Ada satu poin plus apabila kita menerbitkan buku di tempat beliau yaitu sebuah penghargaan berupa sertifikat menerbitkan buku. Wah rasanya saya sudah tak sabar ingin menghubungi beliau meski naskah saya masih berserak di dalam blog.

Gesit dan lihai itulah cara beliau menyajikan materi. Hingga sampai pada penghujung waktu beliau mengembalikan kuliah pada sang moderator. Dan waktu pun singgah pada sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama sudah bukan seperti kalimat tanya melainkan sudah berupa negosiasi, luarbiasa sekali para peserta pelatihan menulis di gelombang 18 ini, sangat bersemangat menerbitkan buku apalagi setelah kami mengetahui bahwa di grup ini ada seorang penerbit Indie yang juga dapat membantu meluncurkan cita-cita kami memiliki buku, hehe.

Berjuntai kata tidak akan cukup untuk menggambarkan sajian materi di siang ini, ilmu yang begitu lekat dan padat biar abadi saja dalam tulisan ini. Dan saya pun tidak bisa menyelesaikan tulisan hingga akhir, mengingat kesibukan seorang wanita di siang hari dalam bulan ramadhan bak tumpukan kertas yang berserak. Namun yang pasti saya sudah mendapatkan daging dalam pertemuan ini. Salam Literasi!

Salam Pena Milenial!

Maydearly89

Resume : Ke-5

Maesaroh M.Pd

Tema : Pengenalan Penerbit Indie

Narasumber : Mukminin, S.Pd., M.Pd

Lebak, 14 April 2021


17 komentar:

  1. Luar biasa bagus Bu resumenya. Ayo terbitkan buku Kamila Press Lamongan siap melayani dg sepenuh hati

    BalasHapus
  2. Terimakasih sudah singgah Cak, mohon bimbingan nya๐Ÿ™๐Ÿผ

    BalasHapus
  3. Mantap ibuk
    Baru sekali ini mampir..
    Saya japri ya...

    BalasHapus
  4. Bu may memang okee๐Ÿ‘๐ŸŒน

    BalasHapus
  5. Mantuuul....abisss.. openingnya keren...saya lagi di jalan lagi...nyimak di mobil...wkwkw..sekarang otw balik k t4 pengabdian.... insyaallah nyusul habis tarawehan...๐Ÿ˜Š๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sahabat pena selalu singgah๐Ÿ˜๐Ÿ˜ saya selalu merindukan tulisan bu weni. Ku tunggu resume nya๐Ÿ˜Ž

      Hapus
  6. Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir bu๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  7. Mantul resumenya. Selalu no. 1 bu. Semangat selalu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bu soleh, selalu singgah ke blog saya๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ˜

      Hapus
  8. Selalu terdepan dan lengkap, super sekali ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih selalu mampir bu Anita๐Ÿ˜๐Ÿ˜

      Hapus
  9. Selalu lengkap...terdepan...

    BalasHapus

Kata Pengantar Buku Tarian Aksara Penuh Makna

Dahulu aku sering bertanya sendiri; kalau puisi itu berwujud, akan seperti apakah dia? Matahari? Bulan? Bintang? Gunung? Laut? Bertahun lalu...