Rabu, 16 Juni 2021

Blog Adalah Sarana Mengajar dan Belajar

 "Sejarah adalah filsafat

 yang mengajar dengan contoh"

Henry St. John Bolingbroke


Belajar adalah perjalanan yang paling terkenang dalam sejarah. Dengan belajar kita mampu memerpanjang kesegaran jiwa.  Belajarlah untuk menghimpun ilmu dan jadikan ilmu itu sebagai kain alam untuk mempertegas kekayaan Tuhan.

Malam ini saya ingin mewarnai senja dengan bait-bait ilmu agar senja itu mengukir cakrawala pengetahuan. Bercengkrama lewat sebuah tulisan pada dinding blog, membuat saya semakin sadar bahwa "Blog itu Adalah Sarana Untuk Belajar". 

Seorang kartini hebat bernama Mayor Nani Kusmiati, S.Pd.,M.M.,CTMP Lahir di Kediri 1966. Lulusan S1 Bahasa Inggris di UIA (Universitas Islam Assyafiiyyah) Pondok Gede dan S2 MSDM di UPN Veteran Jakarta. Berpangkat Mayor TNI AL. Dinas pertama di Disminpersal (Dinas Personel TNI AL) selama 5 tahun, kemudian di Pusdiklat Bahasa selama 8 tahun, selanjutnya berdinas di Dinas Pendidikan TNI AL selama 20 tahun. Saat ini berdinas di Lemhannas, Jabatan Kasubbag Kerma Multilater Luar Negeri.

Dengan sapaan yang ramah beliau memulai kuliahnya dan bercerita mengenai pengalamannya menjadi seorang guru Bahasa Inggris untuk TNI. Ini adalah cerita yang unik bagi saya. Sebagai sesama guru Bahasa Inggris, mengajarkan bahasa asing itu bukanah hal yang mudah. Namun bagi beliau ini adalah kewajiban yang menantang. Betapa tidak, Mayor Nani ini mengajar para TNI dengan berbagai latarbelakang. Bukan lagi seorang siswa yang duduk di bangku sekolah dan siap menerima pelajaran sesuai panduan kurikulum. 

Atas dasar penglamannya dalam mengajar di kelas yang siswanya ada pada  kategori 'heterogen' (berbagai latar belakang pendidikan dan usia) membuat Mayor Nani lebih kreatif dalam menyajikan sebuah pembelajaran.

Akhirnya, dengan menggunakan media blog sebagai sarana pembelajaran, beliau mampu membawa para muridnya pada dunia blogger. Beberapa materi ia sajikan lewat blognya, sehingga memacu para siswanya untuk membuka jendela blog sang Mayor. 

Menurutnya, penggunaan blog sebagai media belajar sangat bermanfaat. Pada awalnya para siswanya  ini mau  menulis di blog karena terpaksa, tetapi selanjutnya mereka menjadi terbiasa. Kemampuan menulis dalam bahasa Inggris mereka meningkat. Sedangkan kemampuan speaking mereka juga bertambah karena sang Mayor meminta mereka untuk merekam suara mereka  dan di share di group apabila pembelajaran sedang daring. Jika belajar dengan tatap muka, Mayor Nani meminta para siswanya  untuk bicara di depan kelas. Bagi level Dasar, mereka boleh membawa drafnya dan dibaca di depan kelas.

Manfaat kedua dari blog adalah sebagai sarana menyebarkan hal-hal yang bersifat edukasi. Seperti pengalaman hidup, menyebarkan motivasi menulis, dan blog juga merupakan sarana untu menargetkan sebuah tulisan. Tulisan pada blog yang kita sebarkan lewat WA, menjadi sarana untuk memberikan informasi sekaligus motivasi menulis untuk orang lain.

Yang sedang beliau tekuni sekarang adalah mengikuti kelas WCS (Writer Class School). Pematerinya dari anak-anak muda yang berbakat dalam bidang literasi. Jika tidak mengumpulkan tugas bisa mendapat surat peringatan pertama. Surat peringatan itu maksimal 3 kali. Jika sudah 3 kali akan dikeluarkan dari group. Jelas hal ini akan menanamkan motivasi menulis yang luarbiasa. 

Sang Mayor mengatakan bahwa "Cara melahirkan karya yaitu dengan menulis di blog atau di media sosial lainnya, mengikuti project menulis buku antologi dan menerbitkan buku dengan tulisan sendiri".

Banyak ilmu yang Mayor Nani dapatkan dari kelas WCS, ilmu yang menarik semangat menulis yaitu sebuah kutipan dari  J.K. Rowling: “Mulailah menulis hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.”

Motivasi lain yang didapatkan oleh sang Mayor datang dari pemateri kelas WCS yaitu Kak Muktar yang mengatakan bahwa: " Tulislah apa yang kamu pikirkan, lakukan dengan hati tenang. Lakukan saja, maka banyak cara yang akan kamu temukan untuk menyelesaikannya", "Rutinitas akan membuat hal sulit menjadi biasa".  
.
Demikian materi yang disajikan oleh sang Mayor, sangat sarat dengan pengetahuan dan nilai-nilai motivasi. Seperti termotivasinya saya di malam ini, yang rasanya ingin tetap mengukir pena pada blog. Jika seseorang mendapat suatu pengetahuan dari tulisan yang saya buat, itu akan menjadi motivasi untuk menghimpun semangatnya dalam membaca. Salam Literasi!


Pertemuan Ke 27
Resume Ke-25
Maesaroh, M.Pd
Tema : Blog Adalah Sarana Mengajar dan Belajar
Narasumber : Nani, Kusmiati, S.Pd.,M.M.,CTMP 
Lebak, 16 Juni 2021


Jumat, 11 Juni 2021

8 Cara dalam Mengembangkan Tulisan Non Fiksi

"Sastra adalah sebuah kemewahan,

fiksi adalah sebuah kebutuhan"

Gilbert Keith Chesterson


Senja yang  senada dengan pekat malam, membersamai ulasan materi tentang sebuah cerita yang mengukir seorang penulis 65 buku. Beliau bernama Much. Koiri seorang Dosen dan penulis buku dengan segudang prestasi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Dalam membuka kuliahnya, beliau menceritakan segudang pengalamnya selama menulis berbagai buku. Buku pertama tahun 2011 berupa fiksi,  dan kumpulan cerpen. Hingga saat ini beliau menulis  buku ke 66 tahun 2021 berupa nonfiksi, berjudul "Kitan Kehidupan"  yang diterbitkan oleh Penerbit Mayor Genta Hidayah pada Mei 2021.  Atas pengalamannya tersebut, segudang ilmu beliau tuangkan pada malam hari ini. Sebuah ilmu tentang "Cara Mengembangkan Tulisan Non Fiksi".  

Dalam kuliahnya beliau memberikan beberapa tips dalam mengembangkan tulisan sederhana menjadi karya yang luarbiasa. Adapun langkahnya adalah:

1. Memulai sebuah tulisan dengan membuat definisi.

2. Memulai sebuah tulisan dengan sebuah penjelasan.

3. Berikan contoh dari apa yang kita sampaikan.

4. Berikan pula sebuah kasus dari sesuatu yang kita jabarkan.

5. Buatlah sebuah kutipan yang relevan dengan  topik yang kita buat.

6. Dalam tulisan yang kita buat, kita bisa menyisipkan anekdot atau humor yang kita kuasai.

7. Dalam melengkapi tulisan, kita juga bisa menyisipkan ungkapan filosofis.

8. Tulisan yang kita buat, bisa kita lengkapi dengan sebuah peribahasa. 

Kedelapan kriteria itu, bisa kita bingkai untuk memperkaya narasi yang kita buat. Untuk lebih memahami apa yang disampaikan beliau, bisa kita simak video dibawah ini:


Dalam sebuah video yang dipertontonkan di kanal Youtube beliau, benar-benar mengajak saya untuk lebih tangkas lagi dalam mengembangkan tulisan. Jangan merasa tak mampu seperti pepatahnya Sathya Sai Baba "Kamu harus menjadi seperti teratai, yang mengembangkan daunnya ketika matahari bersinar di langit, tidak terpengaruh oleh tempat dimana ia tumbuh atau oleh air yang menghidupkannya. Salam Literasi!

Salam Pena Milenial 

Resume Pert. 25

Maesaroh, M.Pd

Tema : Cara Mengembangkan Tulisan Non Fiksi

Narasumber : Much. Khoiri

Lebak, 11 Juni 2021


Senin, 07 Juni 2021

Membuat Desain Cover Buku

"Pikiran itu seperti permadani tenunan yang kaya di mana

warna disaring dari pengalaman indra, dan desain yang 

diambil dari belitan intelek"

Carson McCullers



Perjalanan semakin panjang, keberanian harus semakin tegak. Keyakinan harus semakin kuat untuk membuktikan bahwa kita layak menjadi seorang penulis. Penulis yang menciptakan taman pengetahuan yang tertatah sempurna dalam menyongsong generasi masa depan.

Perjalanan dan tantangan seorang penulis dimulai ketika ia memiliki buku sebagai mahkotanya. Sebuah buku yang tidak hanya mencipta pengetahuan, tetapi juga menarik perhatian semenarik desain buku yang kita buat. 

Seorang narasumber hebat bernama Bapak Achmad Najiullah Thaib atau akrab disapa Bapak Ajinatha, memandu peserta dalam "Membuat Desain Cover Buku" agar buku yang kita terbitkan dapat memikat hati para pembaca. Seorang dengan pengetahuan yang luarbiasa hebat dan merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Tak heran jika setiap desain yang beliau ciptakan menjadi sangat memukau. Seperti  desain buku perdana saya yang dibantu oleh beliau; Hasil karya beliau dapat dilihat dibawah ini.



Kepiawaiannya dalam mendesain buku dilakukan secara otodidak sampai beliau benar-benar mahir dalam mendesain cover buku. Beliau memulai karirnya pada perusahaan advertising yang merangkap sebagai Desainer Grafis. Sejak Tahun  1992 beliau terjun ke dunia perfilman sebagai art director sampai tahun 2018. Dari penjelasannya tampak sekali bahwa beliau sangat memiliki ilmu yang mumpuni. Sejumput pengalamannya dalam mendesain cover beliau tuliskan pada blognya https://terbitkanbukugratis.id/ajinatha/02/2021/rahasia-dapur-mendesain-cover-buku-di-yptd/

Aplikasi yang beliau gunakan dalam mendesain cover buku adalah aplikasi Canva. Sebuah aplikasi yang dimulai lewat basic computer grafis. Menurut beliau, untuk mengkombinasikan warna yang unk, dibutuhkan 'taste' yang kuat dalam pemilihan warna. Dalam mendesain cover buku beliau melakukan tahapan-tahapan diantaranya:

1. Membuka fitur awal Canva

2. Menentukan tampilan dasar

3. Memilih Background Cover

4. Menempel background dalam format A5

5. Memilih Ilustrasi untuk Cover

6. Memasang Ilustrasi Pada Cover

7. Memilih elemen estetis pada Cover

8. Memberikan Pewarnaan

9. Proses Komposisi Ruang dan Warna

10. Pemilihan warna cover belakang yang komposisi warnanya harus matching dengan cover depan

11.  Menentukan warna untuk cover depan dan belakang

12. Kita bisa menentukan  fasilitas untuk memilih typhography dan warna yang pas.Dalam aplikasi namanya Style. Selanjutnya, begitu kita pilih salah satunya maka warnanya akan berubah secara otomatis.








 






Nampak dari teori yang dijabarkan sepertinya terlihat mudah.  Tetapi pada praktiknya belum tentu semudah klik.

Materi yang disajikan oleh beliau begitu memotivasi penulis, bahwa ilmu yang diajarkan tidak mudah diterapkan apabila tidak memiliki kemampuan di bidang Komputer Grafis. Tetapi, semua hal menjadi mudah sejauh kita mau berusaha. Seperti pepatahnya Jerink "Berhenti berharap, gunakan setiap inchi anugrah Tuhan untuk melawan dan menciptakan perubahan, dari sekarang". Salam literasi!

Resume ke-23


Maesaroh, M.Pd

Tema : Membuat Desain Cover Buku

Narasumber : Ajinatha

Lebak, 7 Juni 2021


Rabu, 02 Juni 2021

Digital Skill

 "Seni tertinggi guru adalah membangun kegembiraan 

dalam expresi kreatif pengetahuan"

Albert Einstein



Malam yang sedikit hangat ini membawa ruang semangat untuk terus membuat bait-bait ilmu. Meski resume sudah mencapai 20, namun jemari harus tetap menyetuh deret huruf pada keyboard, agar semakin tangkas, dan hidup dipoles dengan ilmu.

Sebuah flyier diatas menyapa malam dengan penuh kegembiraan. Namun, berbeda dengan kenyataan karena sang narasumber berhalangan hadir untuk pertemuan ke 21 ini. Ibarat rumput yang tetap kokoh dan tegas diantara hembusan angin dan gelombang panas, pelatihan malam ini harus tetap berjalan. Adalah Bapak Wijaya Kusuma atau akrab disapa Om Jay yang menggantikan posisi narasumber malam ini. Seketika tema pun berganti menjadi " Digital Skill".


Segudang pengalaman dalam menulis yang dilakukan Om jay membawanya pada jendela Literasi Digital. Semenjak beliau mengenai blog, dan membangun tulisan dalam blog, disitulah beliau mulai membangun literasi digital. Dengan membangun literasi digital dunia mulai mengenal Om Jay. Beliau diundang menjadi seorang pembicara, namanya ditulis di koran, serta dirinya diliput oleh sebuah stasiun TV DAI.

Dalam paparannya beliau menyebutkan bahwa Digital Skill sangat diperlukan oleh penulis. Kreatifitas dan imajinasi bisa kita kembangkan apabila kita hidup dalam dunia digital. Bahkan kita dapat dengan mudah menguasai dunia apabila kita menguasai digital skill.
Disebutkan dalam video youtube nya bahwa untuk menguasai dunia kita membutuhkan 5K diantaranya:
1. Konvergensi
2. Kolaborasi
3. Kontextual
4. Konten Kreatif
5. Konentvitas
Untuk lebih memahami paparan dari beliau, baiknya kita simak video dibawah ini. Selamat Menyimak.


Berkisah tentang pengalamannya dalam menulis buku, beliau menyebutkan bahwa banyak sekali cara kreatif yang bisa kita lakukan dalam mengembangkan digital skill. Dibawah ini merupakan panduan bagaimana cara meningkatkan digital Skill. Untuk lebih memahami, mari simak video dibawah ini. Meski dalam bentuk bahasa Inggris, namun istilah yang digunakan sangat familiar bagi kita. Selamat menyaksikan.



Selanjutnya beliau memaparkan  4 langkah mudah dalam menguasai Digital Skill diantaranya:
1. MEDSOS
    Sebagai seorang warganet kita harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai media       pembelajaran yg mendukung kita sebagai guru
2. SEM
     artinya kita harus belajar search engine marketing. Dimana kita harus mampu membangun personal      branding.
3. ANALYTIC
    Analytic adalah kemampuan menganalisa atau menganalisis berita. Sehingga kita tahu ini berita            bohong atau hoaks.
4. CONTENT
    content dimana kita harus belajar membuat informasi baru di internet. Salah satunya dengan menjadi     blogger dan mengelola blog dengan baik.

Penjelasan yang padat dan sarat makna benar-benar menambah wawasan dalam pertemuan malam ini.  Untuk itu mari kita tingkatkan kemampuan menulis kita untuk membangun budaya literasi digital. Seperti kutipannya Lenang Manggala "Penguatan budaya literasi adalah kunci kemajuan negri". Salam Literasi!

Sang Pena Milenial
Maydearly89
Maesaroh, M.Pd
Tema ; Digital Skill
Narasumber; Wijayakusuma
Lebak, 2 Juni 2021

 

Senin, 31 Mei 2021

12 Hal Dalam Menjaga Komitmen Menulis Di Blog

"Komitmen berarti komunikasi, 

komitmen berarti mementingkan satu sama lain diatas ego kita sendiri'

Fiera Besari 



Sejatinya dalam mencapai kesuksesan, ada yang harus dijaga yaitu konsistensi dan komitmen, karena cita-cita bukanlah sebuah takdir tetapi merupakan penunjuk arah menuju kesuksesan. Apabila kita berjalan searah takdir, maka akan tercipta wahana untuk menggerakan energi dan usaha membangun kesuksesan. Maka bangunlah komitmen untuk membangun masa depan.

Seperti riak semangat dalam menulis, jika tidak dibangun dengan komitmen maka kita hanya akan menjadi penulis musiman. Menjadi penulis haruslah sebuah impian karena menulis bukan sesuatu yang sulit apabila dibayar dengan kerja keras dan komitmen. Meskipun baru sebagai pemula, dan hanya belajar menulis di blog kita tetap butuh "Komitmen untuk Menulis di Blog".

Seorang narasumber hebat yang juga seorang guru Matematika di SMK 50 Jakarta. Beliau bernama Dedi Dwitagama malam ini akan membangunkan mental kerdil kita dalam menulis di blog. Beliau merupakan seorang Pendidik, Trainer, Narasumber dan Motivator Bidang pendidikan, Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, HIV AIDS, Kepemimpinan, Berbicara di muka Umum, Teknologi Informasi, Menulis Kreatif, Pendidikan Karater dan Komunikasi /TIK. Banyak sekali deretan prestasi yang beliau raih. 

Selain sebagai blogger handal, yang mulai membangun blognya semenjak 2005, banyak prestasi akademik yang beliau capai. Seorang blogger kawakan ini sudah menghasilkan 4269 tulisan dengan viewers sebanyak 1.949.208, luarbiasa sekali bukan? 

Mengawali kuliah malam ini, beliau mengajak para peserta untuk berselancar menuju blognya, dan beliau pun membuka materi lewat poin-poin pertanyaan.

Bahasan Pertama, adalah kiat sukses mejadi seorang Blogger

Beliau mengatakan umumnya seorang  blogger sangat bahagia jika tulisannya dibaca orang dan saat searching topik tertentu, blognya tercantum pada halaman pertama pencarian, ada juga yang sukses krn menghasilkan uang banyak, ada yang sukses krn menghasilkan buku banyak, diundang jadi pembicara kemana-mana, yang terpenting kita konsisten menulis, dan membuat tulisan yang menark minat pembacanya.

Seorang Blogger bisa memuat semua tulisan sesuai minat, sesuai keperluan, atau sesuai mood  blog itu milik kita, apa yang kita sukai, itulah yang kita tulis. 

Untuk membuat blog kita menjadi menarik, gambar dan video perlu disertakan pada setiap postingan kita karena itu sangat menarik perhatian dan mempermanis penampilan blog kita. Seperti contoh pada blog beliau https://www.kompasiana.com/dwitagama. 

Bahasan Kedua, adalah bagaimana menumbuhkan komiten menulis di blog

Beliau memaparkan untuk menumbuhkan komitmen dalam menulis blog, yaitu kita harus menulis secara kontinyu, misalnya kita  berkomitmen menulis satu posting setiap bulan, berarti perlu di usahakan setiap tanggal itu tulisan kita tayang  seperti pada wordpress dan kompasiana yang bisa menjadwal kapan tulisan kita ditayangkan. Saat kita punya banyak ide, punya waktu, kita bisa menulis sekaligus lima posting dan menayangkan selama lima bulan ke depan. Seandainya kita sibuk ke depannya, komitmen kita tetap terlaksana karena ada tabungan posting.

Bahasan Ketiga, Bagaimana cara memilih situs blog yang menjanjikan apakah harus wordpress atau blogspot?

Beliau memaparkan pilih jenis apapun blog yang kita suka posting aja terus, kita bisa  mengambil blog yang  berbayar. Apabila di wordpress benar-benar penuh, buatlah blog baru dengan angka 2 di belakang nama blog kita, selanjutnya posting tulisan.

Bahasan Keempat, how do you manage your huge blogs with different types? Lalu bagaimana om Dedy menyatukan jiwa om dengan tulisan pada setiap blog? 

Beliau mengatakan awalnya beliau di 2005 hanya  memiliki satu blog yang isinya bermacam-macam.  karyanya berantakan, kemudian beliau membuat blog pendidik khusus ocehannya tentang pendidikan https://dedidwitagama.wordpress.com/, dokumentasinya di kumpulkan di https://trainerkita.wordpress.com/, hasil hunting foto beliau sebagi  fotografer di tayangan di https://fotodedi.wordpress.com/, saat pengen uji nyali saya posting di https://fotodedi.wordpress.com/, beliau gemar kerupuk pun di dokumentasikan di https://mykerupuk.wordpress.com/.

How do I manage? prinsipnya ia ingin hidupnya bermanfaat buat sesama dan bisa memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang  baik.  Jadi, saat menjemput anak dan istri, di tempat parkir ia menulis dengan HP sambil dengar musik di mobil, atau di ruang tunggu bandara ia posting sebanyak mungkin artikel dengan dijadwalkan sesuai komitmen beliau, dan  ternyata efeknya LUAR BIASA, beliau bisa  keliling Indonesia kecuali Manado dan beberapa negara di dunia, berawal Jepang, ASEAN hingga Korea.

Bahasan Kelima, Bagaimanakah cara untuk mengajak siswa bisa ngeblog dan aktif dalam pembelajaran melalui blog.

Beliau memaparkan apabila kita mengajar di SMP atau SLTA sangat gampang. Gunakan blog utk berkomunikasi dengan murid, pasang embed youtube materi pelajaran, kasih link nya di blog kita untuk masuk ke soal dengan google form, kasih juga link daftar hadir di blog, maka semua murid kita akan terpaksa masuk ke blog kita dan mengerjakan tugas yg kita berikan. Mereka cukup diberi link posting yang kita siapkan, contohnya https://dedidwitagama.wordpress.com/2021/05/24/latian-soal-anuitas/.

Bahasan Keenam, Bagaimana cara  membagi waktu antara dunia pekerjaan, hobi, dan ngeblog?

Menulis tak perlu terjadwal, kapan aja ada ide, tulis pake HP. Bagi beliau saat menunggu adalah waktu  yang menyenangkan menulis, saat mengajar beliau tetap ngajar. Namun, 15 menit sebelum absen pulang beliu menulis satu postingan. Beliau hobby mancing meski tidak maniak, apabila sedang  memancing beliau tidak posting, hanya berfoto saja, dan saat sempat fotonya diposting di blog dengan keterangan satu alinea. Beliau juga hobby menyanyi di waktu  karaoke or mines one, beliau videokan dan uload  di youtube dan pasang embednya di blog, saat jadi nara sumber beliau  bawa fotografer, pilih foto yg bagus upload ke blog 

Selain itu, tulis aja apa yang anda mau tulis, nanti statistik akan memberi tahu mana tulisan yg digemari pembaca yg pasti karena mereka butuh info itu. Apabila  mau terus nulis lagi yang banyak hitsnya silahkan. Beliau berprinsip tidak mau didikte pembaca, beiau tulis aja apa yg ia mau tulis. Mau dibaca atau tidak, yang terpening tetap menulis. Tetapi yang jadi mengejutkan dan bikin bahagia karena ternyata tulisannya dibaca orang. Kita bisa searching tulisan beliau GURU BODONG NAFSU TKD, yang beliau tulis sambil emosi ternyata ada yg mendatanginya dan  merespon secara pribadi mengatasnamakan temanya hal ini sangat supriseeeeed bagi beliau, hehe.  

Beliau menuturkan tips menjaga komitmen dalam ngeblog:

 1. Jangan mikirin mutu tulisan, tulis aja apa yg mau anda tulis.

 2. Tak perlu di edit, langsung aja posting jika ada perbaikan baru edit.

 3. Balas komentar yg bagus, komentar yg jelek bisa diedit atau buang aja 

Bahasan Ketujuh, Bagaimana kiat  agar bisa bertahan dan komitmen menulis di blog puluhan tahun?

Intinya kerjakan, nikmati dan lupakan. Kalau kemudian diundang jadi pembicara itu bonus, kerjakan dengan baik, dokumentasikan dan lupakan, kerjakan yg lain untuk memberi manfaat pada semesta. 

Bahasan Kedelapan, bagaimana kiat untuk menulis yang bagus. Dan bagaimana membagi waktu menulis di tengah tugas kerja yang padat. 

Menulis bagus itu karena jam terbang, mulailah menulis, lakukan berulang-ulang, maka tulisan anda pasti akan lebih baik. Cara membagi waktu: selesaikan tugas yang datang lebih dulu, setelah selesai menulislah, tak perlu diedit, langsung ditayangkan.  Saat suami dan anak-anak sudah tidur kita bisa menulis satu dua paragraf, beri foto, dan judul, langsung tayangkan. Atau, saat selesai mengajar dan ketika menunggu rapat dimulai, menulis lebih baik dripada membaca WA group yang isinya banyak hoax.

Bahasan Kesembilan, diantaranya;

1. Apa Tipsnya supaya konsisten menulis di blog

2. Bagaimana cara menulis niche yg tepat utk blog baru.

3. Bagaimana cara desain blog agar tampil menarik.

Beliau memaparkan  tulis apa yang menjadi passion anda, maka itu akan jadi nice yg bagus, lakukan sepenuh hati berulang-ulang maka anda akan jadi ahli. Desain blog menarik sangat relatif sesuai selera; lihat blog orang yang bagus, kalo anda suka buat blog kita seperti blog yg menurut kita bagus. Lakukan ATM, Amati, Tiru dan Modifikasi. Jika sudah bosan, ganti sesuai selera. Blogwalking bisa membuat kita  jadi tahu blog yg bagus. Blogwalking memiliki bahasa silaturahmi menurut orang muslim.

Bahasan Ke Sepuluh, Apabila kita memiliki bnyak blog, bagaimana cara merawatnya?

Beliau mengatakan sebaiknya kita  fokuskan setiap blog pada anglenya masing-masing. Misalnya: satu berisi cerpen, kedua bahan ajar, ketiga resep, keempat busana, dsb. Usahakan isi terus sesuai fokus, tapi saat ada yang di luar fokus kita  bisa posting dimana saja. Upayakan sebulan sekali muncul posting baru. Umumnya, jika sebulan terakhir masih ada posting,  blog seseorang dianggap aktif.

Bahasan Ke-Sebelas adakah solusi agar menulis di blog tetap berjalan dalam kondisi mata yang kurang penglihatan?

Beliau memaparkan Tulisalah dengan pulpen, dan tulisan tersebut upload pada blog. Siapa tahu ada penerbit yang tertarik dengan tulisan kita. Selain itu, kita bisa mendonload aplikasi yang bisa menterjemahkan suara menjadi tulisan. 

Bahasan Keduabelas, Adakah aplikasi menulis yang bagus dan bisa dipakai untuk HP?

Beliau menjawab banyak jenis blog yang bisa kita donload di HP, salah satunya adalah wordpress. 

Penjelasan yang disajikan dengan bahasa yang lugas dan gaul pada malam ini, semakin memantapkan tekad saya untuk terus menulis. Meski malam ini sudah sampai pada pertemuan 20, menulis di blog jangan hanya dijadikan sarat mencapai kelulusan. Teruslah menulis sampai masa mencatat namamu, dan sampai kita merasakan bahwa menulis melahirkan keindahan. Seperti pepatahnya Firman Nofeki" Menulislah dengan kepolosan dan kejujuran hati, serta kesederhanaan pemikiran. Itulah nyawa bagi mata pena dan tinta akan memberikan sikap yang baik bagi kata-kata". Salam Literasi!




Salam Pena Milenial

Resume Ke-20

Maydearly89

Maesaroh, M.Pd

Tema : Komitmen Menulis di Blog

Narasumber : Dedi Dwitagama

Lebak, 31 Mei 2021

Jumat, 28 Mei 2021

Tahu kah kamu, buku memiliki poin penting dalam kenaikan pangkat PNS?

"Membaca buku-buku yang baik 

berarti memberi makanan rohani yang baik"

Buya Hamka


Sejatinya menulis adalah menuangkan kearifan dalam pengalaman hidup. Karena tidak semua hubungan antar manusia di jalin dalam bahasa percakapan. Ada suatu makna yang terkadang sampai pada hati seseorang tanpa saling mengenal. Sebuah makna hidup yang terangkai dalam sebuah buku  menunjukan kepribaadian dan kejujuran yang menarik magnet persahabatan. Untuk itu menulis lah untuk di kenang.  

Banyak hal yang dapat kita gapai dalam menulis, bukan hanya menarik magnet persahabatan, tetapi pula  memberi banyak poin seperti kepauasan, personal branding, tak kalah penting lagi bagi seorang guru memiliki buku menambah Poin Pada Kenaikan Pangkat PNS.

Kali ini seorang Dr. H. Imron Rosidi, M.Pd akan memandu kita bagaimana menerbitkan  buku untuk kenaikan pangkat PNS. Beliau merupakan seorang Asesor Kenaikan Pangkat Provinsi Jawa Timur, selain sebagai koordinator beliau juga berperan sebagai tim penilai.  Beliau di lahirkan di Surabaya pada 10 Juni 1966. Beliau memiliki coretan prestasi dalam bidang menulis. Banyak tulisan yang beliau menangkan dlam lomba tingkat nasional. Macam-macam prestasi yang pernah beliau raih diantaranya:   Juara II dan III Lomba Penulisan Buku tingkat nasional,  Juara II tingkat Nasional Lomba Keberhasilan Guru (LKG), Terpilih sebagai peserta pertukaran tokoh masyarakat Indonesia-Amerika, Penulis artikel terbaik versi majalah Media Jatim selama 2 tahun berturut-turut. 

Mengawali kuliahnya beliau menyampaikan bahwa buku yang bersifat Antologi, atau buku bersama tidak akan menjadi sarat kenaikan pangkat, jelas hal ini tidak akan menambah poin. Untuk itu seorang guru harus mampu menulis bukunya sendiri.

Beliau memaparkan bahwa jenis buku untuk kenaikan pangkat haruslah buku berjenis publikasi ilmiah seperti: Buku Hasil Penelitian, Buku Pelajaran, Buku Pengayaan, dan Buku Pedoman guru. Selain itu sarat lain buku kenaikan pangkat harus lah berupa karya inovatif seperti; Buku Kumpulan Puisi, Buku Cerpen, Buku Novel.

Disini beliau kembali menjabarkan  macam-macam buku yang berjenis Pubikasi Ilmiah

1. Buku Hasil Penelitian adalah sebuah buku yang di gubah dari laporan penelitian dalam bentuk buku yang jika di edarkan secara nasional akan memeroleh angka kredit 4 poin.

2. Buku pelajaran merupakan buku yang di tulis dan ber-ISBN lengkap. Buku ini memiliki jenjang SD, SMP, SMA/SMK. Jika di angka kredit memiliki poin 6, jika ber-ISBN angka kredit 3, dan jika tidk ber-ISBN angka kredit .

3. Buku Pengayaan ini terbagi menjadi 3 jenis;

    a. Modul/diklat harus dibuat persemester dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar sendiri dan            agar peserta didik dapat lebih mudah memahami materi. Untuk angka kredit bernilai;

    - Jika buku digunakan di sekolah maka memiliki poin 0,5

    - Jika digunakan di tingkat Kabupaten maka memiliki poin 1

    - Jika buku digunakan di tingkat provinsi maka memiliki poin; 1,5

    b. Buku Pendidikan

    c. Karya terjemahan

4. Buku Pedoman guru yang boleh diajukan setiap kenaikan pangkat hanya boleh satu. Buku pedoman   guru ini merupakan semacam makalah yang berupa rencana kerja guru dalam satu semester. Ini         merupakan karya mudah yang pengerjaannya paling sederhana. Karya ini dibuat dalam kertas HVS A4   dan tidak perlu di bukukan, namun cukup dijilid. Untuk Angka Kredit berniilai 1,5

Selain buku berjenis Publikasi Ilmiah beliau menuturkan pula sebuah buku yang merupakan Karya Inovatif diantaranya:

1. Kumpulan Cerpen. Jenis buku ini harus lah karya sendiri dengan kriteria 5 Cerpen kategori sederhana     dan lebih dari 10 cerpen kategori kompleks

2. Kumpulan Puisi. Jenis buku ini harus kita tulis dengan kriteria 20 puisi atau lebih kategori sederhana     dan lebih dari 40 puisi kategori kompleks.

3. Novel. Sebuah buku berjenis novel dengan kriteria satu novel kategori sederhana, dan dua novel             kategori kompleks.

Beliau kembali menguraikan salah satu buku yang menjadi poin kenaikan pangkat adalah buku bidang pendidikan. Buku bidang pendidikan merupakan buku yang berisi pengetahuan terkait dengan bidang pendidikan. Adapun kriterianya adalah sebagai berikut;

A. Buku yang dicetak dan diterbitkan ber-ISBN memiliki AK 3

B. Buku yang dicetak tetapi belum ber-ISBN memiliki AK 1,5

Selanjutnya dengan bahsa lugas beliau memaparkan jenis buku yang di saratkan dalam poin kenaikan pangkat yang lainnya adalah buku Karya Terjemahan. Lantas apa itu karya terjemahan? Karya terjemahan merupakan tulisan yang dihasilkan dari penerjemah buku pelajaran atau buku dalam bidang pendidikan dari bahasa asing atau bahasa daerah ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya dari Bahasa Indonesia ke bahasa asing atau bahasa daerah yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran. Buku jenis ini memiliki angka kredit 1 poin. Pengajuannya dengan mengirimkan file terjemahannya dan buku aslinya. 

Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa salah satu jenis buku lain yang bisa di ajukan untuk poin kenaikan pangkat adalah Buku Karya Inovatif. Sarat/kriteria dari buku ini diantaranya;

A. Satu buku novel, naskah drama/film atau buku cerita bergambar (komik) yang diterbitkan dan ber-        ISBN

B. Buku kumpulan cerpen minimal 5 cerpen atau buku kumpulan puisi minimal 20 puisi diterbitkan dan      ber-ISBN.

C. Satuan kliping minimal 5 cerpen atau atau kliping minimal 20 puisi yang dimuat di media massa dan      ber-ISBN.

Sebelum mengakhiri kuliah beliau memaparkan bahwa untuk naik ke golongan IVA, seorang PNS harus membuat buku dari hasil penelitian. Meskipun kita sudah memiliki 4 buku tanpa memiliki buku hasil penelitian maka hl ini tidk menjadi sarat kenaikan pangkat. 

Karya berjenis publikasi ilmiah bisa 100% atau tanpa karya inovatif. Untuk karya inovatif, golongan  I maksimal 50% dr Angka Kredit PKB yg dibutuhkan. Untuk golongan IV D minimal kita harus menerbitkan satu buku dalam bentuk buku pelajaran atau bentuk buku pendidikan dan wajib ber-ISBN.

Dalam materi yang beliau sampaikan sampai pada kesimpulan bahwa dalam meraih poin kenaikan pangkat, kita bisa menulis 3 jenis buku diantaranya; Buku yang berjenis publikasi ilmiah, dan buku karya inovatif.

Pemaparan materi yang beliau sajikan benar-benar menambah wawasan kami dalam memilah buku yang cocok untuk ajuan kenaikan pangkat. Bagaimana tidak penjabaran yang luas dan sarat pengetahuan di sampaikan oleh ahlinya . Betapa pertemuan ini memberi kepuasan ilmu. Intisari yang saya dapatkan di malam ini pandai lah dalam memilah agar kita sampai pada posrsi yang tepat. Seperti pepatahnya Bapak Presiden Soeharto " Kalau kamu ingin menjadi pribadi yang maju, kamu harus mengenal apa yang terjadi, pandai melihat, pandai mendengar, dan pandai menganalisis". Salam literasi!

Resume Ke-19

Salam Pena Milenial!

Maydearly89

Maesaroh, M.Pd

Tema : Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS

Narasumber : Dr. H. Imron Rosidi, M.Pd

Lebak, 28 Mei 2021


  









2. 

Rabu, 26 Mei 2021

Cara Mudah Promosi Buku

 "Ada banyak rumusn ilmu Tuhan dalam fenomena Gerhana

jika kita mau berfikir'"

Firman Pratama


Malam ini begitu spesial dimana senja terbenam dijemput sang Super Blood Moon atau Gerhana Bulan Total. Fenomena ini sangat langka karena terjadi setiap 195 tahun sekali, bersyukur bisa menyaksikan fenomena yang mungkin terjadi hanya sekali seumur hidup. Waktu berputar begitu hebat hingga malam ini terasa lebih spesial karena kali ini adalah pertemuan ke 18 pada gel. 18 grup menulis, dan lebih menakjubkan lagi puncak gerhana terjadi pada jam 18. Sungguh luarbiasa sekali di pertemukan dengan malam ini.

Kumpulan dari hari-hari pada setiap episode mereguk ilmu semuanya terasa berharga. Jangan lelah untuk terus membait ilmu dalam sebuah tulisan, karena tulisan adalah jembatan kenangan dan komunikasi paling hangat yang tidak akan di putus oleh waktu. Tulisan lebih panjang daripada usia itulah sebabnya kita harus mengikatnya menjadi sebuah buku. Terkadang, meski sudah memiliki buku kita masih ragu untuk menarik minat pembaca. Oleh karenanya kita harus memiliki skill dalam "Teknik Promosi Buku".

Berbicara tentang bagaimana menguasai teknik promosi buku, seorang narasumber handal bernama Akbar Zainudin akan memandu kita agar bisa menjadi promotor handal. Beliau adalah seorang trainer dan motivator dan merupakan pendiri PT EMJEWE Training and Coaching. Selain itu beliau juga seorang founder  Penerbitan MJWBook. Mendengar profil beliau rasanya saya menjadi speechless. Lelaki muda yang sukses dengan segala kepiawaiannya. Buku yang beliau tulis berjudul Man Jadda Wa Jadda  berhasil menjadi buku best seller dan beredar sebanyak 55.000 eksemplar. Setelah Man Jadda Wajada,beliau menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang. Sungguh luarbiasa!

Sebelum memulai kuliah malam ini, beliau memperkenalkan salah satu bukunya yang berjudul UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Buku ini berisi panduan menulis dari A sampai Z. Dan kami pun di sarankan  untuk memiliki buku ini, karena ada sekitar 150 alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah,  yang termasuk anggota IKAPI.





Selanjutnya dengan bahasa yang lugas, beliau membahas 4 Trik jitu STRATEGI PEMASARAN BUKU. Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi). 

Pertama, Strategi Produk. Strategi Produk sebenarnya merupakan tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dan apa kebutuhan mereka terhadap buku kita. 

Kedua, Strategi Harga. Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. 

1. Harga buku secara umum.

2. Buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa).

Ketiga, Strategi Distribusi. 

Distribusi secara umum dibagi menjadi dua: distribusi tradisional dan distribusi non tradisional. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal. 

Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah: 

1. Melalui MLM (Multilevel Marketing)

2. Melalui Penjualan Langsung

3. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).

Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain)

Keempat, Strategi Promosi

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 

1. Launching buku

Launching buku merupakan program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Lnatas, siapa yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 

Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.

Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens.

2. Bedah Buku

Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya

Kita perlu usaha yang keras dalam menawarkan bedah buku bisa di suatu tempat dengan situasi yang memungkinkan kita  tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Tak perlu banyak orang yang hadir, yang terpenting kita bisa merekam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.

3. Seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. 

Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

4. Membangun komunitas.

Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. 

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. 

Beliau sendiri membangun banyak komunitas untuk mempromosikan bukuntya. Ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya beliaubentuk di WA Grup. 

5. Membangun jaringan reseller

Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

6. Jualan di marketplace

Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  

7. Pemanfaatan Medsos

Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. Tetapi  jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. 

Pada dasarnya dalam mempromosikan buku kita harus bisa memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

Kesimpulan yang saya dapat dari paparan beliau adalah dalam mempromosikan buku kita harus memiliki keterampilan dalam menjual buku. Apalagi kita hidup di era digital dimana makan saja semudah klik and grab. Ramah dengan zaman, cerdas dengan IT, serta pandai memberikan pengaruh positif terhadp orang lain. Semua aspek itu perlu kita kembangkan untuk memudahkan kita dalam menjual buku.

Materi yang di sajikan oleh Pak Akbar betul-betul menunjukan kualitas dirinya. Tak heran apabila setiap buku yang beliau tulis menjadi buku best seller. Untuk itu sebagai penulis pemula kewajiban kita adalah mngembangkan bakat menulis. Seperti cerita seorang Robert Benchley, beliau butuh waktu lima belas tahun untuk menemukan bahwa ia punya bakat menulis. Sejatinya bakat menulis itu di latih dan di artikulasikan. Salam Literasi


Resume : Ke-18

Maydearly89

Maesaroh M.Pd

Tema : Teknik Promosi Buku

Narasumber : Akbar Zainudin M.Pd                                         

Lebak, 26 Mei 2021


Kata Pengantar Buku Tarian Aksara Penuh Makna

Dahulu aku sering bertanya sendiri; kalau puisi itu berwujud, akan seperti apakah dia? Matahari? Bulan? Bintang? Gunung? Laut? Bertahun lalu...