Kamis, 22 Juli 2021

Puisi Telelet (Vaksinasi)

 

Polemik Vaksinasi

Oleh: Maesaroh

 

Vaksin

Seperti cermin

Menepis biotoksin.

 

Hadir  menjadi polemik

Membungkus suatu cerita apik

Mengundang rakyat jadi berisik

Disarankan sebagai obat analgetik.

 

Masyarakat awam teriak menolak sebagai penghuni desa

Tak merasa berteman dengan korona yang katanya berbisa

Sakit yang dirasa mengundang tanya, gejalanya seperti flu biasa

Tapi  banyak media yang berkata sangat berbahaya dan ganas luar biasa

Ingin menampik, berlari dan berteriak sembari berkata bahwa ini seperti rekayasa.

 

Seiring berjalannya waktu  fakta berkata bahwa korona memang berbahaya dan nyata

Kejadian  ini benar-benar luarbiasa menguras tenaga manusia dan mengurai air mata

Tak sedikit yang menjadi korban jiwa karena korona, dan  meninggal di Ibu Kota

Hal ini mengundang beribu nestapa hinga setiap jiwa menjadi gulita

Sungguh miris korona menimpa tanpa memandang  kasta

Para Nakes berjuang dan bekerja dalam dukacita.


Hal ini buat pusing kepayang

Keadaan bak layang-layang

Negeri seperti berwayang

Dibawah dagelan si  eyang

Bak mimpi terbang melayang 


Ikuti anjuran pemerintah

Karena mereka pemberi petuah

Jangan takut sampai merasa resah

Pemerintah sudah pasti pegang amanah.

 

Ini bukanlah teori ilusi

Bukan pula konspirasi

Percaya dan intropeksi.


Lebak, 23 Juli 2021

11 komentar:

  1. Makin keren, Kak.
    Kunfogirasinya poll bagus, indah, keren.
    Rima sangat cakep.

    Luarbiasa atau luar biasa?
    duka cita atau dukacita?
    Nakes atau nakes?
    Pemerintah kenapa P-nya kapital?
    Eyang juga?
    Dibawah atau di bawah?
    Intropeksi atau introspeksi?

    Silakan dicek, Kakak.

    Semangat terus, ya.😘

    BalasHapus
  2. Wow... menakjubkan. Sarat akan pesan yang mendalam.

    BalasHapus
  3. Subhanallah. Jago puisi pula ya Bu May. Kren bingit. Ajarin dong

    BalasHapus
  4. Multi Talented Writer. mantaap

    BalasHapus
  5. Mantuul Neng May, yuknak semangat berkarya..

    BalasHapus
  6. Dalem banget puisinya.
    Keren poll

    BalasHapus
  7. Bahasanya indah bgt Bun. Terkesima pandangan pertama oleh bentukannya yg elok 🥰

    BalasHapus
  8. Wow bunda... Indah banget... 👍👍👍👍👍👍👍👍👍😍😍😍😍😍

    BalasHapus

Kata Pengantar Buku Tarian Aksara Penuh Makna

Dahulu aku sering bertanya sendiri; kalau puisi itu berwujud, akan seperti apakah dia? Matahari? Bulan? Bintang? Gunung? Laut? Bertahun lalu...