Senin, 12 Juli 2021

Pengenalan Gerakan Literasi Di Masa Pandemi

 


Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat datang Para Siswa/Siswi Baru di SMPN 1 Lebakgedong. Hari ini adalah hari kedua memasuki MPLS. Dalam benak para siswa mungkin masih bertanya, apa itu MPLS? 

MPLS adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, dimana semua siswa wajib berkenalan dengan warga sekolah termasuk apa saja yang harus di ketahui serta dipelajari di lingkungan sekolah tingkat SMP.

Dalam masa pengenalan sekolah, salah satu yang harus dipelajari adalah dunia literasi. Berbicara Mengenai Literasi menurut KBBI diartikan sebagai kemampuan untuk menulis dan membaca; serta kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Sebagai seorang siswa berliterasi adalah suatu keharusan. Kecakapan dalam membaca akan menjadikan kita menjadi pribadi yang berwawasan luas dan informatif. Untuk itu, upaya sekolah dalam melejitkan budaya literasi harus didorong dengan ketersediaan bahan bacaan di Perpustakaan Sekolah.

Kegiatan literasi mempengaruhi pola pikir yang dihasilkan. Penyuluhan literasi yang dilakukan oleh pemerintah telah menembus ke dunia pendidikan. Menempatkan perpustakaan kecil di sudut ruangan (reading corner), optimalisasi perpustakaan, hingga membiasakan membaca buku non fiksi selama 15 menit. Semua kegiatan tersebut dikendalikan oleh sekolah masing-masing. Di bawah in terdapat video yang menjelaskan literasi di sekolah. Dalam video tersebut terdapat panduan menerapkan literasi di sekolah. Silahkan disimak!



Dimasa pandemi Covid-19 ini, mempersempit penerapan literasi di ruang sekolah. Namun, pemerintah dengan imbauannya menggerakan literasi digital, yaitu sebuah literasi yang dapat dilaksanakan secara daring dan virtual. 

Memasuki masa pandemi yang mengharuskan siswa melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), seorang guru harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mendukung tumbuh kembangnya literasi digital. Gerakan literasi digital bisa dilakukan sebelum virtual lerning dimulai dengan tahapan;
1. Guru meminta siswa menyiapkan smartphonenya untuk mencari teks bahan literasi lewat pencarian teks pada google chrome.
2. Siswa diberikan kebebasan untuk memiliki jenis bacaan yang ingin mereka baca.
3. Kegiatan Gerakan Literasi Digital (GLD) bisa berlangsung 15 menit sebelum Virtual learning dimulai.
4. Setelah kegiatan GLD dilakukan, guru bisa meminta siswa menarik kesimpulan dari bahan bacaan yang mereka baca. 

Keempat langkah tersebut sangat mudah diterapkan untuk meningkatkan budaya literasi siswa. Literasi digital akan mudah berjalan apabila didukung oleh peran serta orangtua. Untuk itu, sebagai oranngtua haruslah mendukung pola pembelajaran di masa pandemi. Namun terkadang penggunaan gawai yang lberlebihan cenderung membuat siswa belajar di luar jalur.

Yang lebih utama dari penumbuhan gerakan literasi adalah menumbuh kembangkan budaya membaca buku yang juga harus di dukung oleh orangtua serta guru. Seperti pada video di bawah ini yang menggambarkan konsep motivasi pada gerakan literasi. Silahkan disimak!




Sebagai warga sekolah yang baik, mari kita gaungkan Gerakan Literasi bersama. Membaca 15 menit sebelum materi di mulai baik membaca buku digital atau buku bacaan non digital. Buku online atau buku bacaan biasa membantu kita memperoleh informasi yang menunjang kecakapan hidup. Demikian materi tentang pengenalan gerakan literasi di masa pandemi.

Wassalamualaikum Wr.Wb.


2 komentar:

  1. Mantap Bu May. Ayo gaungkan literasi sekolah, membaca buku 15 menit. Semangat!

    BalasHapus
  2. Mantap,tulisannya bagus,indah

    BalasHapus

Kata Pengantar Buku Tarian Aksara Penuh Makna

Dahulu aku sering bertanya sendiri; kalau puisi itu berwujud, akan seperti apakah dia? Matahari? Bulan? Bintang? Gunung? Laut? Bertahun lalu...