Senin, 19 April 2021

Temukan Kemudahan dalam Menerbitkan Buku oleh Raimundus Brian Prasetyawan

 



“Jagalah semua hal dan memori dalam tulisan, bagikan pada mereka yang bersemangat membangun jembatan untuk masa depan yang istimewa”

Seperti istimewanya kutipan diatas, hari ke-7 Ramadhan ini begitu istimewa karena bertepatan dengan hari Senin,  hari dimana Nabi Muhammad di lahirkan  dan hari dimana Baginda diangkat menjadi Rasul. Menariknya lagi kali ini adalah pertemuan ke-7 dalam  pelatihan menulis. Mudah-mudahan dalam pertemuan ini membuahkan kebermanfaatan ilmu yang diikatkan dalam tulisan yang nantinya bisa digubah menjadi karya berupa buku. Meski masih dalam impian dan baru sebatas keinginan namun melejitkan buku bukanlah hal yang sulit, seperti pada materi hari ini yang akan dibawakan  oleh bapak Raimundus Brian Prasetyawan bahwa “Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie” . Jadi, mari menulis karena ketika sebuah karya selesai ditulis, maka karya itu akan membawa kita pada kehidupan seribu tahun. Meski  manusia akan renta dibalut usia tapi karyanya akan tegak bertanding dengan kehebatan zaman.  

Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd  adalah  seorang guru SD di Jakarta. Lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Kini tinggal di Bekasi  dan merupakan seorang blogger hebat yang pernah memuat blog pertamanya (www.praszetyawan.com).  dalam buku berjudul "Majors For The Future" pada tahun 2009, wah kereen ya waktu itu saya masih jadi siswa, beliau sudah jadi blogger. Berkaca dari pengalaman beliau yang juga merupakan alumni pelatihan menulis musim ke-4, maka kita jangan ragu untuk menerbitkan sebuah buku, karena dimasa sekarang ini menerbitkan buku jauh lebih mudah tanpa harus menyetorkan naskah ke penerbit mayor. Kita dapat melejitkan buku solo solusinya adalah Penerbit Indie.

Terkadang beberapa hal menjadi hambatan dalam meluncurkan buku di penerbit  seperti tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. Untuk itu Penerbit Indie ini benar-benar menjadi jawaban atas segala tantangan tersebut. Seperti beliau yang sudah meluncurkan ketiga buku solonya pada penerbit Indie. Hanya saja, ketika kita berniat menerbitkan buku di penerbit Indie kita harus siap dengan segala tanggungjawab berupa administrasi yang harus kita keluarkan dengan merogoh kantong sendiri.

Berawal dari kelimpungan nya dalam menerbitkn buku, seperti tidak memiliki mentor yang membimbing dan   tidak tahu harus masuk di komunitas apa serta  tidak punya banyak referensi tentang dunia penerbitan akhirnya tanpa  sengaja beliau menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Beliau pun menjadi  terbuka bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dengan banyak pilihan penerbit indie. Akhirnya beliau bersemangat menyelesaikan naskah nya. Naskah tutorial blognya di rombak untuk dibuat menjadi buku panduan blog khusus guru. Karena buku tutorial blog secara umum sudah banyak. Tapi buku blog yang khusus untuk guru belum banyak. Salahsatu buku yang berhasil di luncurkan adalah buku Blog Untuk Guru Era 4.0.



Atas kerja kerasnya meluncurkan buku, pak Brian ini menjadi ketagihan dalam menerbitkan buku hingga akhirnya beliau pun menjadi salahsatu yang bisa menjawab ke-haluanku dalam menerbitkan buku. Masih halu pemirsaa hehe. Beliau memiliki rekan pada penerbit Gemala yang dapat menghubungkan dan membantu mengirim naskah kita pada penerbit Gemala. Nah, jika kita hendak menerbitkan buku di Gemala, ada beberapa ketentuan yang perlu kita perhatikan seperti:

Pertama, kita bisa meminta  PDF master tapi dalam PDF itu akan ada watermarknya.  Sehingga jika ingin cetak ulang, harus di penerbit gemala.

Kedua,  Jika ingin Cetak ulang,  Minimal 10 buku.

Ketiga, Jangan memberi target kapan harus selesai. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Minimal prosesnya 1 bulan sejak biaya penerbitan di transfer

Keempat , maksimal 130 hal A5. Lebih dari itu ada biaya tambahan per halaman.

Yang paling penting adalah sertakan dalam naskah:

Ø  cover ( judul buku dan nama penulis saja),

Ø  kata pengantar,

Ø  daftar isi (tanpa nomor halaman),

Ø  profil penulis

Ø  sinopsis

 

Ada beberapa tips dalam mengedit naskah

1.  Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)

2. Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)

3. Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

4. Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.

5. Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya.


Demikian lah sejumput ilmu yang bisa dipetik di hari ini, pertemuan ini begitu   menggugah selera saya untuk menerbitkan buku. Pelan tapi pasti yakin dan harus bisa seperti pepatahnya Bang Pramoedya Ananta "Orang boleh pandai selangit, tapi selama ia tak menulis ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah". Salam Literasi!

Salam Pena Milenial!

Maydearly89

Resume : Ke-7

Maesaroh M.Pd

Tema :Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan S.Pd

Lebak, 19 April 2021




Jumat, 16 April 2021

Trik Membukukan Resume Menjadi Buku Oleh Bunda Aam

 





”Tentang Hari yang sudah di muliakan, jangan sia-siakan perbanyak lah ibadah, gapai lah Ridha-Nya, jadilah bahagia di dunia dan akhirat”

 

Moment yang paling bermakna adalah moment menagkap makna mencerna segala ilmu tentang kebaikan dengan terus mengibarakan semangat tanpa batas waktu. Semangat melewati hari dengan penuh kebermanfaatan mengulik cerita-cerita indah dari para insan hebat nan luarbiasa. Seperti  luarbiasanya hari Jum’at, hari dimana pertama kali Allah ciptakan Nabi Adam di Surga, dan hari dimana Allah turunkan Nabi Adam ke Bumi. Begitulah sepenggal kisah tentang hari agung  yang disempurnakan dengan ibadah sunnah shalat Jum’at. Dihari Jum’at pertama pada Ramadhan ini, saya pun harus berusaha ber ‘Jumuah’ (berkumpul) dengan mengumpulkan kata-kata menjadi bait-bait yang sarat ilmu.

Ada yang menarik pada pertemuan ke-6 Pelatihan menulis yaitu sebuah flyier  yang pernah di gunakan pada pertemuan perdana pelatihan menulis. Bukan posisi yang terbalik tetapi peran yang terbalik. Di pertemuan pertama bu Aam berlaku sebagai moderator dan bu Kanjeng sebagai Narasumber. Sekarang pada pertemuan ke enam bu Aam sebagai Nrasumber di temani Bunda Kanjeng sebagai moderator, menarik bukan? Begitulah mereka para orang hebat dengan segala kepiawaiannya.

Pertemuan kali ini menggagas tema Menulis Resume untuk Menjadi Buku suatu tema yang menjadi lecutan motivasi bagi para peserta untuk selalu rajin menulis resume. Dan hari ini tepat nya pukul 13.02 Om Jay datang untuk membuka kelas sebagi pengantar. Setelah dipersilakan oleh Om Jay bu Kanjeng pun masuk memandu kuliah ini. Dengan membaca Bismillahirahmanirrahim bu Kanjeng memulai membuka kelas dengan tanpa ragu langsung mengenalkan sang narasumber. Suara bunda Kanjeng yang begitu merdu seperti selalu terngiang-ngiang di telinga.

Dengan nada lugas bu Aam pun datang menyapa para peserta kuliah dengan mengajak para peserta berkeliling pada blog nya. Aam Nurhasanah S.Pd adalah seorang Kepala Sekolah SMPS Matlaul Hidayah Cipanas Lahir di Cipanas pada 12 Agutus 1988, dengan menempuh Pendidikan Prodi Diksastrasiada ketika S1, mengantarkan nya menjadi guru Bahasa Indonesia, yang kemudian menjadi Kepala Sekolah hingga sekarang. Setelah memaparkan biograpi nya bu Aam pun memberikan harapan agar para peserta yang membuat resume dapat mengukir nya menjadi sebuah buku.

Selanjutnya bu Aam memaparkan materi hari ini dengan melampirkan sebuah power point. Berikut adalah ulasan terkait 7 tehnik menulis resume menjadi buku. Namun apa itu resume? Menurut KBBI resume adalah rangkuman atau ringkasan. Saat menulis resume kita tidak bleh mengkocopy secara utuh tulisan para narasumber, kita harus mengembangkan materi dengan bahasa kita sendiri.

7 tehnik menulis resume menjadi buku

1.      Mengumpulkan resume dalam file word.

Saat kita menulis resume, simpanlah file tersebut dalam satu folder. Buat satu buah file naskah kita dari pertemuan 1-20

2.      Menentukan tema.

Saat file kita sudah terkumpul sebanyak 20 pertemuan, pilahlah berdasarkan tema sejenis. Misalnya kita lihat materi dari narasumber.Ada narasumber yang membahas teknik penulisan, satukan filenya beri bab teknik penulisan. Jika ada narasumber yang membahas tentang penerbit indie, penerbit mayor, satukan naskah menjadi bab penerbitan. Jika ada narsum membahas tentang motivasi, tuliskan bab motivasi. Jadilah 3 bab yanh tersusun dalam satu buku

3.      Membuat TOC (TABLE OF CONTENT)/ Daftar isi

4.      Mulai mengembangkan TOC

5.      Review, revisi, dan edit naskah.

 Saat kita menulis naskah, tulislah dahulu sebebas-bebasnya. Jangan sekali-kali mengedit saat sedang menulis. Karena itu bisa menghambat ide kita saat menulis. Tuliskan saja semua ide berserak. Jika selesai, barulah kita edit ejaan dan tanda baca sesuai kitab PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Usahakan hindari typo (salah ketik) dan hindari singkatan. Jika Awal kata, nama orang, nama tempat, nama hari, nama bulan, harus ditulis huruf kafital. Masih banyak ejaan lain yang berhubungan dengan EYD

6.      Lengkapi Sinopsis buku

Jika naskah sudah selesai, buatlah sinopsisnya. Sinopsis adalah gambaran isi buku yang telah kita buat. Biasanya ada di cover belajang buku.

7.      Kirim ke Penerbit

Jangan takut salah dan malu dengan tulisan sendiri, tenang saja ada tim editor penerbit yang siap membantu terkait penulisan kita yang salah. Hanya saja, tidak semua penerbit  menyediakan jasa editor naskah. Jadi, kita harus tanyakan terlebih dahulu, apakah naskahnya di edit oleh editor atau tidak.

Sepertinya ini adalah yang mudah dilakukan namun sulit diaplikasikan, dibutuhkan keuletan dan komitmen yang kuat jika kita ingin menerbitkan buku. Selanjutnya ada berbagai hal yang harus kita perhatikan dalam mengubah resume menjadi buku diantaranya:

Ø  1 Buku kumpulan resume ini kan kita persepsikan sebagai buku true story.Jadi yang diutamakan adalah cerita pengalaman mengikuti setiap pertemuan.Kalau cerita pengalaman kan berarti ada kesan-kesan, pendapat pribadi terhadap materi narasumber, dihubungkan dengan pengalaman kita sendiri.

Ø  2. Ada satu bab khusus yang membahas awal suka menulis dan pandangan terhadap menulis. Contoh pandangan terhadap menulis:sebelumnya mengira menulis sulit karena mentok nggak ada ide. Setelah ikut pelatihan tercerahkan bahwa jangan nunggu ide, tapi ciptakan ide.

Ø  3. Naskah buku resume isinya bukan sekedar copas materi dari narasumber.Yang namanya resume berarti ambil poin-poin penting saja.

Ø  4. Resume di blog boleh panjang. Karena ada peserta yang menganggap hampir seluruh isi materi itu penting. Tapi ketika akan dijadikan naskah buku, harus dibuat lebih ringkas lagi dengan lebih memilih poin-poin penting.

Ø  Apa saja yang diringkas?

1.      Biodata narsum tidak usah panjang-panjang. Misalnya prestasinya banyak, ambil satu prestasi aja yang paling "Wah“

2.      Sesi tanya jawab diambil beberapa saja. Daftar pustaka dibuat jika memang ada mengutip dari buku.Kalau isinya full hanya dari narasumber saja, tidak usah.

Wah, menarik sekali untuk di pelajari. Ternyata membukukan resume tidak semudah membalikan telapak tangan ada jurus jitu yang harus kita siap kan seperti menyiapkan hal hal di bawah ini:

u  KATA SAMBUTAN

u  KATA PENGANTAR

u  PRAKATA

u  DAFTAR ISI

u  BAB 1 (........)

u  BAB II (........)

u  BAB III (.......)

u  PROFIL PENULIS

Patut sekali kita pelajari lebh dalam tentang bagaimana cara meluncurkan buku dari hasil resume pelatihan menulis seperti yang pernah dilakukan bu Aam. Dibawah ini adalah buku yang merupakan karya bu Aam dari tumpukan resume yang di tulis di setap pelatihan.

 

 


Ditengah paparan yang sederhana namun menggemaskan Bunda Kanjeng pun berceloteh “Wah sudah lengkap 7 Langkah cetar menuju terbitnya buku resume Bapak Ibu hebat”. Dan tepat selama satu jam materi pun tersampaikan dengan baik. Akhirnya masuk pada sesi tanya jawab yang amat di tunggu oleh para peserta.

Dan sesi tanya jawab pun dimulai, saya lebih memilih menyimak materi dengan memeprtimbangkan segala unsur pembuatan resume seperti yang disampaikan oleh bu Aam yakni sisipkan sesi tanya jawab hanya beberapa saya, artinya apabila ada point paling penting maka tulislah dalam resume. Bagi saya semua bentuk pertanyaan dari peserta adalah point penting, saking penting nya rumit jika harus dijabarkan semua hehe.

Satu kutipan yang melakat dari bu Aam

Menulislah agar hidupmu bermakna

Menulislah agar hidupmu berwarna 

Menulislah hari ini agar kau dikenal esok hari!

Kuliah pun berujung pada waktu perpisahan. Akh rasanya saya masih menikmati kelas, sajian yang menarik dan kaya akan gizi pengetahuan. Namun apalah daya ditengah asyik menulis telingaku seperti diteriaki oleh kompor “Saat nya masaaaak” hehe. Sedikit sedih dalam menulis hari ini. blog yang sedikit error membuat saya kesulitan mengup-load gambar, dan saya pun harus mengakhiri tulisan ini dengan kalimat Salam literasi!

 

Salam Pena Milenial

Maydearly89

Resume : Ke-6

Maesaroh M.Pd

Tema : Menulis Resume untuk menjadi buku

Narasumber : Aam Nurhasanah S.Pd

Lebak, 16 April 2021

Trik Membubukan Resume by Bunda Aam

 


”Tentang Hari yang sudah di muliakan, jangan sia-siakan perbanyak lah ibadah, gapai lah Ridha-Nya, jadilah bahagia di dunia dan akhirat”

 

Moment yang paling bermakna adalah moment menagkap makna mencerna segala ilmu tentang kebaikan dengan terus mengibarakan semangat tanpa batas waktu. Semangat melewati hari dengan penuh kebermanfaatan mengulik cerita-cerita indah dari para insan hebat nan luarbiasa. Seperti  luarbiasanya hari Jum’at, hari dimana pertama kali Allah ciptakan Nabi Adam di Surga, dan hari dimana Allah turunkan Nabi Adam ke Bumi. Begitulah sepenggal kisah tentang hari agung  yang disempurnakan dengan ibadah sunnah shalat Jum’at. Dihari Jum’at pertama pada Ramadhan ini, saya pun harus berusaha ber ‘Jumuah’ (berkumpul) dengan mengumpulkan kata-kata menjadi bait-bait yang sarat ilmu.

Ada yang menarik pada pertemuan ke-6 Pelatihan menulis yaitu sebuah flyier  yang pernah di gunakan pada pertemuan perdana pelatihan menulis. Bukan posisi yang terbalik tetapi peran yang terbalik. Di pertemuan pertama bu Aam berlaku sebagai moderator dan bu Kanjeng sebagai Narasumber. Sekarang pada pertemuan ke enam bu Aam sebagai Nrasumber di temani Bunda Kanjeng sebagai moderator, menarik bukan? Begitulah mereka para orang hebat dengan segala kepiawaiannya.

Pertemuan kali ini menggagas tema Menulis Resume untuk Menjadi Buku suatu tema yang menjadi lecutan motivasi bagi para peserta untuk selalu rajin menulis resume. Dan hari ini tepat nya pukul 13.02 Om Jay datang untuk membuka kelas sebagi pengantar. Setelah dipersilakan oleh Om Jay bu Kanjeng pun masuk memandu kuliah ini. Dengan membaca Bismillahirahmanirrahim bu Kanjeng memulai membuka kelas dengan tanpa ragu langsung mengenalkan sang narasumber. Suara bunda Kanjeng yang begitu merdu seperti selalu terngiang-ngiang di telinga.

Dengan nada lugas bu Aam pun datang menyapa para peserta kuliah dengan mengajak para peserta berkeliling pada blog nya. Aam Nurhasanah S.Pd adalah seorang Kepala Sekolah SMPS Matlaul Hidayah Cipanas Lahir di Cipanas pada 12 Agutus 1988, dengan menempuh Pendidikan Prodi Diksastrasiada ketika S1, mengantarkan nya menjadi guru Bahasa Indonesia, yang kemudian menjadi Kepala Sekolah hingga sekarang. Setelah memaparkan biograpi nya bu Aam pun memberikan harapan agar para peserta yang membuat resume dapat mengukir nya menjadi sebuah buku.

Selanjutnya bu Aam memaparkan materi hari ini dengan melampirkan sebuah power point. Berikut adalah ulasan terkait 7 tehnik menulis resume menjadi buku. Namun apa itu resume? Menurut KBBI resume adalah rangkuman atau ringkasan. Saat menulis resume kita tidak bleh mengkocopy secara utuh tulisan para narasumber, kita harus mengembangkan materi dengan bahasa kita sendiri.

7 tehnik menulis resume menjadi buku

1.      Mengumpulkan resume dalam file word

Saat kita menulis resume, simpanlah file tersebut dalam satu folder. Buat satu buah file naskah kita dari pertemuan 1-20

2.      Menentukan tema

Saat file kita sudah terkumpul sebanyak 20 pertemuan, pilahlah berdasarkan tema sejenis. Misalnya kita lihat materi dari narasumber.Ada narasumber yang membahas teknik penulisan, satukan filenya beri bab teknik penulisan. Jika ada narasumber yang membahas tentang penerbit indie, penerbit mayor, satukan naskah menjadi bab penerbitan. Jika ada narsum membahas tentang motivasi, tuliskan bab motivasi. Jadilah 3 bab yanh tersusun dalam satu buku

3.      Membuat TOC (TABLE OF CONTENT)/ Daftar isi

4.      Mulai mengembangkan TOC

5.      Review, revisi, dan edit naskah

 Saat kita menulis naskah, tulislah dahulu sebebas-bebasnya. Jangan sekali-kali mengedit saat sedang menulis. Karena itu bisa menghambat ide kita saat menulis. Tuliskan saja semua ide berserak. Jika selesai, barulah kita edit ejaan dan tanda baca sesuai kitab PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Usahakan hindari typo (salah ketik) dan hindari singkatan. Jika Awal kata, nama orang, nama tempat, nama hari, nama bulan, harus ditulis huruf kafital. Masih banyak ejaan lain yang berhubungan dengan EYD

6.      Lengkapi Sinopsis buku

Jika naskah sudah selesai, buatlah sinopsisnya. Sinopsis adalah gambaran isi buku yang telah kita buat. Biasanya ada di cover belajang buku.

7.      Kirim ke Penerbit

Jangan takut salah dan malu dengan tulisan sendiri, tenang saja ada tim editor penerbit yang siap membantu terkait penulisan kita yang salah. Hanya saja, tidak semua penerbit  menyediakan jasa editor naskah. Jadi, kita harus tanyakan terlebih dahulu, apakah naskahnya di edit oleh editor atau tidak.

Sepertinya ini adalah yang mudah dilakukan namun sulit diaplikasikan, dibutuhkan keuletan dan komitmen yang kuat jika kita ingin menerbitkan buku. Selanjutnya ada berbagai hal yang harus kita perhatikan dalam mengubah resume menjadi buku diantaranya:

Ø  Buku kumpulan resume ini kan kita persepsikan sebagai buku true story.Jadi yang diutamakan adalah cerita pengalaman mengikuti setiap pertemuan.Kalau cerita pengalaman kan berarti ada kesan-kesan, pendapat pribadi terhadap materi narasumber, dihubungkan dengan pengalaman kita sendiri.

Ø  Ada satu bab khusus yang membahas awal suka menulis dan pandangan terhadap menulis. Contoh pandangan terhadap menulis:sebelumnya mengira menulis sulit karena mentok nggak ada ide. Setelah ikut pelatihan tercerahkan bahwa jangan nunggu ide, tapi ciptakan ide.

Ø  Naskah buku resume isinya bukan sekedar copas materi dari narasumber.Yang namanya resume berarti ambil poin-poin penting saja.

Ø  Resume di blog boleh panjang. Karena ada peserta yang menganggap hampir seluruh isi materi itu penting. Tapi ketika akan dijadikan naskah buku, harus dibuat lebih ringkas lagi dengan lebih memilih poin-poin penting.

Ø  Apa saja yang diringkas?

1.  Biodata narsum tidak usah panjang-panjang. Misalnya prestasinya banyak, ambil satu prestasi aja yang paling "Wah“

2.     Sesi tanya jawab diambil beberapa saja. Daftar pustaka dibuat jika memang ada mengutip dari buku.Kalau isinya full hanya dari narasumber saja, tidak usah.

Wah, menarik sekali untuk di pelajari. Ternyata membukukan resume tidak semudah membalikan telapak tangan ada jurus jitu yang harus kita siap kan seperti menyiapkan hal hal di bawah ini:

u  KATA SAMBUTAN

u  KATA PENGANTAR

u  PRAKATA

u  DAFTAR ISI

u  BAB 1 (........)

u  BAB II (........)

u  BAB III (.......)

u  PROFIL PENULIS

Patut sekali kita pelajari lebh dalam tentang bagaimana cara meluncurkan buku dari hasil resume pelatihan menulis seperti yang pernah dilakukan bu Aam. Dibawah ini adalah buku yang merupakan karya bu Aam dari tumpukan resume yang di tulis di setap pelatihan. Saya sudah beli bukunya lho, cetar membahana! Aay di order hehe. 


Ditengah paparan yang sederhana namun menggemaskan Bunda Kanjeng pun berceloteh “Wah sudah lengkap 7 Langkah cetar menuju terbitnya buku resume Bapak Ibu hebat”. Dan tepat selama satu jam materi pun tersampaikan dengan baik. Akhirnya masuk pada sesi tanya jawab yang amat di tunggu oleh para peserta.

Dan sesi tanya jawab pun dimulai, saya lebih memilih menyimak materi dengan memeprtimbangkan segala unsur pembuatan resume seperti yang disampaikan leh bu Aam yakni sisipkan sesi tanya jawab hanya beberapa saya, artinya apabila ada point paling penting maka tulislah dalam resume. Bagi saya semua bentuk pertanyaan dari peserta adalah point penting, saking penting nya rumit jika harus dijabarkan semua hehe.

Kuliah pun berujung pada waktu perpisahan. Akh rasanya saya masih menikmati kelas, sajian yang menarik dan kaya akan gizi pengetahuan. Namun apalah daya ditengah asyik menulis telingaku seperti diteriaki oleh kompor “Saat nya masaaaak” hehe. Dan saya pun harus mengakhiri tulisan ini dengan kalimat Salam literasi!


Salam Pena Milenial

Maydearly89

Resume : Ke-6

Maesaroh M.Pd

Tema : Menulis Resume untuk menjadi buku

Narasumber : Aam Nurhasanah S.Pd

Lebak, 16 April 2021

Selasa, 13 April 2021

Mengenal Sang Penerbit Indie

 


“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97).

Penggalan ayat diatas mengiringi rangakain kata yang akan saya tuliskan dalam resume ke 5 ini. Resume yang dibuat dengan segala upaya agar diri tetap konsisten dalam menebarkan ilmu lewat tulisan. Meski ditemani dahaga dan terik serta kesibukan yang berjibun, namun mengerjakan amal saleh adalah kewajiban bagi setiap mahluk Allah. Menulis adalah mengikat ilmu dari keterbatasan daya ingat manusia karena ilmu yang ditulis akan tetap tersimpan dan menyebar pada setiap generasi. Itulah sebab nya menulis adalah suatu bentuk dari mengerjakan amal saleh.

Dalam pertemuan kelima ini bunda Kanjeng datang menyapa sebagai pengantar pertemuan. Bunda kanjeng pun langsung memepersilahkan sang moderator dan narasumber untuk memasuki kuliah.  Alhamdulilah  di pertemukan kelima ini bisa  kembali bertegur sapa dengan sang moderator Mr. Bams yang selalu hadir dengan gayanya yang santun. Dengan membuka sapaan hangat Mr. Bams pun mengucapkan salam pembuka ditambah dengan salam literasi. Pelatihan kali ini mengusung tema “Pengenalan Penerbit Indie” yang akan dibawakan oleh Mukminin, S.Pd., M.Pd  beliau adalah  guru (PNS ) di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-2020 (31 th) sampai sekarang.  Lahir di Jombang, 6 Juli 1965. Lulus D2  IKIP NEGERI Surabaya th.1987. Lulus S 1 IKIP PGRI Tuban 1998. Lulus S 2 UNISDA LAMONGAN 2012. Jurusan Bahasa dan Sarta Indonesia. Beliau  merupakan seorang Penerbit Indie yang memiliki percetakan di labeli Kamila PRESS Lamongan.

Setelah di persilahkan oleh Mr. Bams Cak Inin pun memasuki kuliah. Lalu beliau pun memasuki kelas dengan berujar  "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhSelamat siang bapak ibu guru hebat, mari kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena kita masih diberi umur panjang, sehingga kita dapat  menunaikan ibadah puasa bagi yg beragama Islam,  smg ibadah puasa  kita diterima Allah dan diberi kekuatan lahir batin Sampai 1  bulan penuh.  Dan kita dijakan hamba yg  "Laallakilum tataquun". Dan marilah kita mendoakan saudar-saudara kita yg kena musibah smg tetap dlm lindunganNya  dan diberi ketabahan smg musibah cepat berlalu dan kehidupan normal kembali". Kemudian beliau mengawali kuliah dengan mengenalkan 5 Langkah untuk menulis dan.memerbitkan buku diantaranya:

Pertama, tahap pra writing yaitu penulis akan mulai mencoba mencari ide yang sesuai dengan tema yang ditulis. Tema sesuai pasion yang disukai. Boleh fiksi maupun non-fiksi. Ide bisa dari pemgalaman, dari hasil membaca buku, majalah, koran ada kejadian yang sedang berlangsung.

Kedua, drafting atau out line, pada tahap ini seorang penulis  mulai membuat out line atau daftar isi buku yang akan ditulis atau dikembangkan menjadi  naskah buku.

Ketiga, Writing saat proses ini, penulis mulai menulis dan mengembangkan kerangka atau daftar isi untuk dijadikan naskah yang lengkap dengan diperlukan kreativitas penulis dalam  membuat karya-karyanya. Kreatifitas itu berupa kemampuan merangkai kata, kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, agar tercipta tulisan yang menarik dibaca.

Keempat, Revisi dan  Editing

Ø  Revisi

Setelah menuliskan banyak hal yang ingin ditulis pada naskah, pada tahap selanjutnya adalah mulai mengoreksi atau merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan atau tidak. Pada tahap ini, Anda akan mencari tahu dimana letak kekurangan tulisan. Apakah sudah sesuai dengan alur, atau masih melebar kemana-mana. Dan dilanjutkan  tahap revising.  Seorang penulis dapat mengubah beberapa bagian dari tulisannya. Ia juga bisa menambah isi tulisannya. Ia dapat menambahkan data baru, ia dapat menghilangkan opini tertentu, dan lain sebagainya. Intinya, melalui tahap revisi inilah penulis akan memoles karyanya, ia akan menjadikan tulisan tersebut semakin menarik lagi.

Ø  Editing.

Pada tahap ini penulis akan menjalankan proses pengeditan terhadap karyanya. Berbeda pada tahap revisi yang masih bisa menambah mengurangi isi tulisan, pada tahap ini penulis hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pola kalimat, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nanti tulisan Anda akan kembali diedit oleh editor di penerbit, seorang penulis tetap harus berusaha menyunting tulisannya sendiri atau dengan istilah lain Swasunting.

Kelima, publikasi jika kita sudah  yakin dengan tulisan naskah buku kita, maka saat memasuki tahap akhir yakni publikasi. Pada tahapan ini kita bisa meneruskan naskah kita ke penerbit.

Beliau pun lanjut menuturkan bahwa seorang penulis jangan memiliki kekhawatiran dalam menerbitkan buku. Banyak  penerbit indie yang bisa membantu menerbitkan naskah kita. Betapa banyak kebanggan saya terhadap Cak Inin, selain sebagai seorang penerbit beliau pun adalah seorang penulis buku. Beberapa diantaranya adalah buku antologi, dan dua jenis buku dalah buku solo. Berikut adalah daftar buku karya beliau.



Dengan paparan yang tegas dan lugas beliau pun melanjutan kuliah nya dengan memperkenal kan 2 macam penerbit. Seperti penerbit Indie dn Penerbit Mayor. Berikut adalah perbedaan antara penerbit Indie dan Mayor.

No.

Penerbit Mayor

Penerbit Indie

1

Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.

kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, statu

6.

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

 

Selanjutnya dengan jiwa marketing yang handal beliau pun memaparkan bahwa beliau dengan sigap dan siap melayani para peserta yang hendak menerbitkan buku di percetakan nya Kamila PRESS Lamongan. Ada satu poin plus apabila kita menerbitkan buku di tempat beliau yaitu sebuah penghargaan berupa sertifikat menerbitkan buku. Wah rasanya saya sudah tak sabar ingin menghubungi beliau meski naskah saya masih berserak di dalam blog.

Gesit dan lihai itulah cara beliau menyajikan materi. Hingga sampai pada penghujung waktu beliau mengembalikan kuliah pada sang moderator. Dan waktu pun singgah pada sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama sudah bukan seperti kalimat tanya melainkan sudah berupa negosiasi, luarbiasa sekali para peserta pelatihan menulis di gelombang 18 ini, sangat bersemangat menerbitkan buku apalagi setelah kami mengetahui bahwa di grup ini ada seorang penerbit Indie yang juga dapat membantu meluncurkan cita-cita kami memiliki buku, hehe.

Berjuntai kata tidak akan cukup untuk menggambarkan sajian materi di siang ini, ilmu yang begitu lekat dan padat biar abadi saja dalam tulisan ini. Dan saya pun tidak bisa menyelesaikan tulisan hingga akhir, mengingat kesibukan seorang wanita di siang hari dalam bulan ramadhan bak tumpukan kertas yang berserak. Namun yang pasti saya sudah mendapatkan daging dalam pertemuan ini. Salam Literasi!

Salam Pena Milenial!

Maydearly89

Resume : Ke-5

Maesaroh M.Pd

Tema : Pengenalan Penerbit Indie

Narasumber : Mukminin, S.Pd., M.Pd

Lebak, 14 April 2021


Kata Pengantar Buku Tarian Aksara Penuh Makna

Dahulu aku sering bertanya sendiri; kalau puisi itu berwujud, akan seperti apakah dia? Matahari? Bulan? Bintang? Gunung? Laut? Bertahun lalu...